Menaker rundingkan jumlah TKI yang akan deportasi

Kemenakertrans menyayangkan
sikap dualisme pemerintah
Malaysia terkait tenaga kerja
migran.
Hal ini terkait tindakan
pemerintah Malaysia yang
tengah melancarkan Klik razia
terhadap pekerja migran ilegal
dan memulangkan mereka ke
negara masing-masing.
Media setempat melaporkan
bahwa pemerintah Malaysia
tengah menargetkan untuk
mendeportasi sekitar 500.000
pendatang dan 200.000
diantaranya berasal dari
Indonesia.
Namun staf khusus
Kemenakertrans, Dita Indah Sari,
mengatakan kepada wartawan
BBC Indonesia Arti Ekawati
bahwa pihaknya sedang
mengupayakan agar jumlah yang
dideportasi tidak sebesar itu.
“Kita perketat koordinasi dan
komunikasi dengan pemerintah
malaysia untuk menjaga agar
jumlah yang dideportasi itu
seminimal mungkin. Jadi memang
betul-betul mereka yang bodong
alias tidak punya dokumen
sepotongpun itulah yang
dipulangkan, jumlahnya sekitar
100.000-an. Tetapi yang punya
dokumen tapi belum lengkap
jangan sampai dipulangkan tapi
dilengkapi disana,” kata Dita.
Dita mengakui jumlah pekerja
dengan dokumen bermasalah di
Malaysia memang besar. Namun
sebagian dari mereka kini sudah
mendapatkan paspor dan surat
keterangan melalui program
pemutihan atau yang dikenal
dengan program 6P
(pendaftaran, pemutihan,
pengampunan, pemantauan,
penindakan tegas, dan
pengusiran) yang diberlakukan
sejak Juli 2011 silam.
“Mereka yang ikut program ini
tidak akan dideportasi,
jumlahnya 400.000 orang,” kata
Dita.
“Malaysia juga harus introspeksi
bahwa melimpahnya jumlah TKI
Ilegal itu salah satunya karena
mereka juga.”
Dita Indah Sari
Sementara para pekerja migran
yang menjadi sasaran
pengusiran, menurut Indah
adalah para pendatang yang
bekerja di Malaysia dengan
menggunakan Journey
Performed visa, namun masa
berlakunya sudah habis dan
mereka tidak memiliki visa kerja
atau yang sama sekali tidak
memiliki dokumen selembar pun.
Bilamana terjadi deportasi, Dita
mengatakan pihaknya akan
berkoordinasi dengan pihak
imigrasi, kepolisian dan
pemerintah daerah asal para
pekerja ini unutk memulangkan
mereka yang sama sekali tidak
punya ijin.
“Anggaran untuk menampung
mereka selama di perbatasan
akan disiapkan.”
Butuh tapi benci
Banyak pekerja migran asal
Indonesia bekerja di sektor non
formal seperti perkebunan dan
konstruksi bangunan.
Dita menyayangkan sikap
dualisme pemerintah Malaysia
dalam menangani para pekerja
migran asal Indonesia. Kehadiran
tenaga kerja ilegal di satu sisi
juga sangat dibutuhkan di sana,
namun penanganan dokumen
terkait ijin kerja mereka sejauh ini
belum terlalu dibenahi.
Menurut Dita, pada Mei 2011
pemerintah Malaysia pernah
sepakat untuk memperketat
pemberian visa JP kepada
pendatang asal Indonesia karena
visa itu kerap dipakai untuk
masuk dan bekerja secara gelap
di sana. Namun dalam kurun
waktu itu, visa tersebut masih
banyak diberikan.
“Malaysia juga harus introspeksi
bahwa melimpahnya jumlah TKI
Ilegal itu salah satunya karena
mereka juga,” kata Dita.
Pemerintah Indonesia dan
Malaysia juga pernah
memberlakukan moratorium
pengiriman tenaga kerja sektor
informal dari Indonesia karena
banyaknya kekerasan yang
dialami TKI.
Namun analis kebijakan Migrant
CARE Wahyu Susilo mengatakan
jalur pengiriman tidak resmi ini
makin terbuka lebar sejak
diberlakukannya moratorium
pengiriman tenaga kerja informal
asal Indonesia ke Malaysia.
“Banyak yang mencari ke sini
tidak lewat PJTKI tetapi lewat
tekong-tekong,” kata Wahyu.
Malaysia akan melancarkan razia
terhadap pekerja migran ilegal
untuk membenahi keamanan di
negara itu.
Meski pun pendatang asing
biasanya tidak dianggap sebagai
pembuat onar, kehadiran
pekerja migran ilegal dalam
jumlah besar membuat khawatir
pemerintah Malaysia.
(bbc)
www.manadonews.com/berita/nasional/menaker-rundingkan-jumlah-tki-yang-akan-deportasi.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

About Banyuwangi Community

Melayani pendaftaran pengisian Pulsa all operator&multipayment/PPOB +tiket pesawat Hp:0852-8384-3333 0815-2091-8768 0896-2570-5333
This entry was posted in Info Buruh Migran. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>